MENYELUSURI JALAN KEMASAN KOTA GEDE JOGJA, PENUH PERAJIN PERAK DAN EMAS
Berawal mencari ide untuk sebuah kado, yaitu hiasa dinding yang dilapisi perak. Dalam pencarian di Yogyakarta dengan merujuk ke satu nama toko. Berangkatlah kami dari Solo menggunakan KRL dan sampai tujuan ke Stasiun Lempuyangan, karena jarak Lempuyangan ke Kota Gede lebih dekat. Sampai di Stasiun Lempuyangan memutuskan untuk naik GrabCar dengan jarak sekitar 5 km lebih. Dan kami diturunkan di Jalan Kemasan, “ sepanjang jalan ini adalah perajin perak dan emas mba,” ucap sopir Grabcar. Mulai dari itu, kami jalan dan memastikan tempat yang kami tuju. Ternyata, sepanjang jalan ini penuh dengan perajin, baik yang sudah ruko maupun hanya rumah yang tertulis : Perajin Perak.
Kami berjalan dari toko ke toko yang buka di hari minggu, karena banyak yang tidak buka. Dari toko satu ke yang lain, semua hasil yang dijajakan hampir sama, baik model maupun jenis-jenisnya. Selain itu, ada yang hanya menjual yang sudah ada di etalase atau pun yang siap menerima untuk pemasanan custom. Harga dan berapa lamanya bisa ditanyakan di setiap tokonya. Tidak perlu khawatir untuk pelayanan di setiap tokonya, pasti ramah-ramah.
Hal ini yang membuat aku tertarik untuk mencari informasi terkain Jalan Kemasan ini, dan ini aku himpun dari berbagai sumber ya.
Pada abad ke 16 Penembahan Senopati atau nama asli Danang Sutawijaya yang memimpin Kerajaan Mataram Islam sekitar tahun 1584 hingga 1601. Setiap prosesi dalam kerajaan diantaranya upacara adatnya tentunya membutuhkan banyak perhiasan dari emas. Untuk memenuhi keperluan tersebut, Panembahan Senopati menempatkan para perajin emas di jalur-jalur strategis yaitu dari Pasar Gede sampai ke Stasiun Basen. Berawal dari itu, sepanjang jalur tersebut sebagai pusat perajin emas. Berkembangnya zaman dari yang emas bertambah produk ke produk-produk perak. Dari situlah nama jalan menjadi Kemasan atau masa kejayaan disematkan untuk jalan ini.
Berdasarkan data per Oktober 2025 jumlah perajin emas dan perak di Kota Gede Yogyakarta tercatat lebih dari 200 perajin, jumlah tersebut sudah mengalami penurunan dari sebelumnya. Hal tersebut dipengaruhi dari kenaikan bahan baku. Dari pemerintah Kota Gede sendiri terus berupaya memberikan pelatihan keterampilan kepada perajin untuk terus berinovasi agar bisa bersaing di pasaran.
Jadi, untuk kamu yang ingin berencana memberikan kado spesial dari perak ataupun emas bisa banget datang ke Jalan Kemasan Kota Gede, Yogyakarta.
19 April 2026
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment