BEBEK SINJAY ASLI MADURA, APA SEENAK ITU?
Sebenarnya tahu masakan bebek dengan bumbu hitam khas Madura itu sekitar tahun 2023, tapi saat itu masih merasa tidak perlu makan. Sekitar tahun 2024-2025 tiba-tiba meledak konten-konten makanan khas Madura itu, dan karena aku sendiri pecinta makanan yang kalau belum pernah coba ada yang kurang. Untung juga di sekitar tempat tinggal ada masakan khas bebek ala Madura yaitu Bebek Sanjay. Dan enak
Sebelum rencana ke Bromo tiba-tiba salah satu dari kami pengin makan di Bebek Sinjay di pusatnya langsung. Dan akhirnya, kami ke sana dengan jarak yang lumayan jauh dari Stasiun Surabaya Gubeng, menggunakan Tol Suramadu perjalanan 53 menit. Oh ya, ini pertama kali juga lewat jembatan Suramadu sungguh luarbiasa pemandangannya. Kanan kiri laut, udara laut terasa banget loh, padahal di dalam mobil wkwkw. Ternyata jembatan ini ada juga jalur untuk pengendara motor, nggak bisa kebayang kena pegangan stir motornya kudu sekuat apa.
Bebek Sinjay ini sudah ada sejak tahun 2001 yang didirikan Hj. Muslihah yang awalnya berasal dari bengkel mobil dengan nama Sinar Jaya. Dari bengkel mengubah menjadi warung bebek dengan sambal pencit. Sambal pencit merupakan sambal khas dari Jawa Timur yang berbahan dasar mangga muda (pencit) yang sudah diserut dan diulek bersama dengan terasi. Dan berdasarkan informasi di google Bebek Sinjay yang sekarang beralamat di Jl. Raya Ketengan No.Km.21, Junok, Tunjung, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan, sudah di generasi kedua tapi tetap mempertahankan rasa aslinya.
Halaman parkirnya luas, di sambut juga bangunan masjid yang mewah. Nggak tahu kenapa kalau makan di suatu tempat tersedia masjid rasanya tenang saja. Kamu begitu tidak? Nah pas kita mau masuk untuk pesan makanan, di kanan kiri tersedia banyak stand makanan, mulai dari minuman dingin, oleh-oleh khas Madura dan Jawa Timur, ada juga tersedia banyak gorengan yang langsung digoreng di tempat. Untuk gorengan itu menggoda banget sih, tahu dan tempenya terlihat enak, tapi aku nggak beli ya.
Saat kami datang memang rame banget, banyak kursi-kursi terisi penuh, mulai di indoor atau pun di outdoor penuh. Jadi sistem pengambilan makanannya itu mandiri, dibagi mulai dari antrean di pemesanan yang digabung dengan kasir, pengambilan untuk makanan, dan pengambilan minuman. Setelah pesan melalui kasir, berkanjut ke pengambilan makanan dengan menunjukkan nota pembayarannya dan begitu pun ketika mengambil minumannya. Jadi jangan kaget di sini, rame banget karena orang-orang selain sibuk mengantre juga sibuk mengatur rombongannya untuk mengatur pengambilan makanan dan lain-lain. Walaupun begitu, tetap kondusif kok, dan tidak merusak kenikmatan saat makan.
Harga Rp 35.000 dengan bebek goreng dan ramuan sambal pencit khas Madura benar-benar worth it. Rasa sambalnya tuh kecut-kecut tapi seger, gurih, asin, dicampur dengan nasi nikmatnya terasa banget. Terlebih nasinya itu masih hangat dan tekstur nasinya yang pulen menambah kenikmatan yang masyaAllah. Sambalnya juga lumayan pedas sih, untuk pecinta pedas lumayan banget lah. Oh ya untuk minumannya itu udah include es teh ya.
25 Desember 2025



.jpeg)


Comments
Post a Comment