Kereta
Berulang kali Rita menekan tombol berwarna hijau , namun mesin di hadapannya seolah membisu, enggan mengeluarkan karcis dari mulutnya yang dinantikan sejak belasan detik yang ber lalu . Dari cerobong besi suara mesin mekanis terus menggaung tanpa ampun — “ Tekan tombol hijau untuk mendapatkan karcis...” — kalimat yang terus berulang selain membuat malu juga memacu detak jantungnya jauh lebi h kencang. Bayangan kereta melaju kencang tanpa sabar menunggunya terus terbayang-bayang di pikirannya. Ketakutan akan keterlambatan mulai mengg erogoti ketenangannya; keringat dingin merembes di tengkuk , firasat buruk terus mengusai benaknya. Suara klakson dari belakang menyadarkan. Rita menoleh, dua pengendara motor telah mengantre . M eski wajah mere ka tersembunyi di balik kaca helm yang gelap, aura kekesalan terpancar nyata dari gestur ...